Sawai Nan Aduhai





Lewat media cetak Nasional saya membaca, pasangan asal Jerman tersebut sedang berbulan madu di laut tentang di atasnya terdapat cottage beratap daun rumbia. 

Saat mentari menyapa, yang terdengar hanya riak gelombang kecil dan suara burung sahut menyahut pada dahan pohon rindang yang tersebar di sekitar tempat beristirahat. 

Mereka berdua dan juga tamu hotel lainnya, tanpa mengenal waktu bisa langsung bercengkrama dengan biota laut yang penuh warna. Suhu air laut yang hangat dan hening suasana sekitar memang teman yang tepat berlama-lama melakukan aktivitas main air. 

Dengan seksama, saya membaca ulasan tentang objek wisata tersebut hingga tuntas. Penasaran saya terbayar saat mengetahui bahwa turis asal Jerman tersebut sedang berkunjung di Ora Beach, Sawai, Seram (pengucapan "e" seperti kawan dari Medan) Utara. Provinsi Maluku.  

Sepertinya saya familiar dengan Sawai, tapi di mana yahh? oww Iyes, saat sekolah dulu, saya dan keluarga pernah berkunjung ke tetangga Sawai, namanya Desa Wahai.. Serius.. nama desanya Wahai. 

2010, saya sempat berkunjung ke Ambon bersama teman kantor. Salah satu agenda kami adalah ke Pulau cantik ini... sayangnya niatan kami hanya sekedar mimpi tak bertepi. Because of safety reason, kami harus membatalkan perjalanan darat dari Waipirit menuju desa Sawai.

Oktober 2016, saya kembali ke kota Ambon Manise dengan target, Sawai dan sekitarnya harus bisa tercapai. Meski agenda travelling yang cukup padat, saya ditemani kawan lama dari Bontang kami berpetualang ke Pulau Seram bagian Utara. 

Jreng jreng.... 



Ikan warna-warni cantik


Wilayah Indonesia Timur tanpa tebar pesona pun mampu memikat hati para wisatawan dalam negeri apalagi visitor dari mancanegara.

Jika ingin berlibur ke sini, siapkan bujet travelling jauh-jauh hari ya pemirsah. Apalagi buat kalian yang tinggal di Bagian Barat Indonesia. 


Pesisir laut yang ada sumber mata air... 



Ayo kembali ke Timur!





Labels: , , ,